JEMBER JAWA TIMUR
HERMAN SETIAWAN
Proposal Tugas Akhir
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Lulus
Program Diploma III pada
Program Studi Manajemen Pemasaran
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEMASARAN
POLITEKNIK AGROINDUSTRI
2009
Judul : Analisis Peta Pemasaran Benih Jagung Hibrida Varietas Jaya 2
di PT Jagung Hibrida Sulawesi (JHS) Jember Jawa Timur
Nama : Herman Setiawan
NPM : A.063004
Program Studi : Manajemen Pemasaran
Menyetujui,
Ir . Syarifudin Tarigan, MM, MBA Nanik Wibowo, SE
Pembimbing Utama Pembimbing lapangan
Mengetahui,
Dr. H. Udjianto
Direktur Politeknik Agroindustri
Tanggal lulus : …………….
DAFTAR ISI
Halaman
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………
1.1 Latar Belakang…………………………………………………….
1.2 Kerangka Pemikiran………………………………………………
1.3 Tujuan…………………………………………………………….
BAB II TINJAUAN PUSTAKA……………………………………..
2.1 Jagung hibrida dan penyebarannya……………………………….
2.2 Pemasaran bisnis………………………………………………….
2.3 Analisis segmentasi pasar konsumen……………………………..
2.4 Hubungan bauran pemasaran dengan strategi pemasaran………...
BAB III METODE PENGUMPULAN DATA……………………...
3.1 Metode Pelaksanaan………………………………………………
3.2 Waktu Pelaksaanaan………………………………………………
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.......................
4.1 Kondisi umum Perusahaan…………………………………………
4.2. Produk……………………………………………………………..
4.3. Perbandingan Harga………………………………………………..
4.4. Pola Distribusi……………………………………………………..
4.5. Promosi……………………………………………………………
BAB V KESIMPULAN...........................................................................
BAB IV DAFTAR PUSTAKA…………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pangan adalah komoditas strategis karena merupakan kebutuhan dasar manusia di samping akan kebutuhan sandang dan papan. Pangan tidak saja berarti dari segi ekonomi, tetapi pangan juga berarti dari segi sosial, pertahanan dan keamanan suatu Negara. Kesejahteraan rakyat di suatu Negara dapat dilihat dari pemenuhan kebutuhan pangannya. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia. Sehingga di tuntut untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduknya.
Jagung merupakan salah satu komoditi perdagangan dunia yang sangat penting sebagai bahan makanan manusia dan bahan baku pakan ternak dan hanya beberapa Negara saja yang menjadi produsen utama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut U. S Grass council sekitar 2,5 juta ton jagung di pakai untuk pakan ternak dan 3,9 juta ton untuk pangan dan lainnya.
Di samping padi dan kedelai, jagung adalah salah satu sumber pangan terpenting di Indonesia. Di awal tahun 1980 hingga akhir 1990 produksi jagung meningkat dengan pesat. Misalnya, produksi jagung rata-rata meningkat 7,3 % pada periode 1995-1998. Sedangkan produksi padi turun 0,83 % pada saat yang sama (CAS, 2000)
Permintaan akan jagung yang terus meningkat maka sudah seharusnya budidaya jagung dilakukan dengan teknologi yang mutakhir. Jagung hibrida adalah salah satu penerapan teknologi modern terhadap potensi hasil yang di dapat. Penerapan benih jagung hibrida dapat memberikan hasil yang lebih tinggi daripada jagung biasa.
Salah satu hal yang terpenting dalam hal produk agroindustri adalah perbenihan. Tanaman yang baik dapat di tentukan mulai dari kualitas yang baik pula. Misalnya, benih yang baik dapat memberikan hasil tanaman yang seragam, serempak dalam pertumbuhan, tahan terhadap hama penyakit, potensi hasil yang tinggi dan lain sebagainya.
Peluang Pasar untuk benih jagung hibrida sangat menjanjikan karena terdapat celah yang lebar antara permintaan pasar dengan produksi benih jagung hibrida. Misalnya saja produksi benih jagung hibrida pada tahun 1996 hanya mencapai 12,4 % dari total permintaan pasar. Di Indonesia hanya 15 % dari total area pertanaman jagung yang di gunakan untuk pertanaman jagung hibrida . Tidak seperti hal-nya philipina yang mencapai 40 % dan Thailand yang mencapai 80 %.
Jawa timur merupakan propinsi penghasil jagung hibrida terbesar di Indonesia. Terdapat banyak produsen benih jagung hibrida. Misalnya, PT BISI, PT Dupont Indonesia, PT Sang Hyang Seri dan PT Jagung Hibrida Sulawesi. Walaupun begitu industri banih adalah industri yang sangat membutuhkan perencanaan, pengorganisasian dan kontrol yang baik dalan pelaksanaan produksinya, mengingat sifat-sifat produksi pertanian yang penuh dengan resiko.
Melihat peluang pasar tersebut PT Jagung Hibrida Sulawesi mempunyai peluang usaha yang sama dengan produsen benih yang lainnya. Sejak menjalani bisnis ini pada tahun 2003 PT Jagung Hibrida Sulawesi mulai mengembangkan usahanya di jember. Wilayah pemasaran yang luas didaerah jember danpersaingan yang ketat antar produsen benih membuat PT Jagung Hibrida Sulawesi berupaya untuk tetap eksis di jalur produksi benih jagung hibrida. Pengelolaan produksi yang baik dan pemasaran hasil produksi merupakan kunci untuk tetap bersaing di jalur persaingan produksi benih jagung hibrida.
Pemenuhan kebutuhan pasar di lakukan dengan cara pengumpulan informasi pasar, penentuan target pasar, penentuan pola pemasaran, dan analisa kekuatan bisnis perusahaan. Untuk itu PT Jagung Hibrida Sulawesi harus dapat menentukan dan menganalisis kebutuha benih di pasar dan kemampuan produksi sendiri agar dapat bersaing di dalam memperebutkan pasar jagung hibrida di seluruh wilayah indonesia.
1.2. Kerangka Pemikiran.
Dalam meningkatkan pendapatan, setiap perusahaan di tuntut untuk dapat menciptakan produk dan jasa yang kompeten dan mampu untuk bersaing di pasar sasaran.Perusahan di tuntut untuk dapat memberikan nilai lebih dari suatu produkdan jasa sehingga konsumen mendapatkan kepuasan, sesuai dengan segmen pasar yang telah di tetapkan oleh perusahaan.
Oleh karena itu perusahaan harus mampu melakukan analisis dari produk dan jasa yang akan perusahaan sampaikan ke pasar sasaran dengan melakukan analisis baikn internal yaitu analisis secara spesifik terhadap produk dan jasa, kemampuan genetik, harga, penampilan dan promosi maupun dengan melakukan analisis eksternal yang meliputi situasi dan kondisi pasar sehingga setiap perusahaan mampu membuat pemetaan posisi dan bobot produk dan jasa dalam perusahaannya.
Gambaran tentang posisi dan bobot dari serangkaian produk dan jasa yang di hasilkan harus mempunyai daya saing yang tinggi terhadap produk dan jasa sejenis yang ada di pasar sehingga perusahaan mampu untuk dapat memnangkan persaingan di pasar dan meningkatkan pendapatan sehingga perusahaan dapat melakukan kegiatan operasional secara berkalanjutan.
1.3. Maksud dan tujuan.
Tujuan yang hendak di capai dalam Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peta pemasaran PT Jagung Hibrida Sulawesi (JHS) dan memperoleh gambaran yang jelas tentang strategi pemasaran yang di lakukan oleh PT Jagung Hibrida Sulawesi (JHS) dalam menghadapi persaingan bisnis jagung hibrida di daerah Jember.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Jagung hibrida dan penyebarannya
Tanaman jagung (Zea mays) merupakan jenis tanaman biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan (Graminae) yang sudah terkenal di seluruh dunia. Menurut sejarahnya tanaman jagung berasal dari Amerika.
Benih hibrida merupakan benih dari varietas hibrida yang berasal dari turunan (F1) hasil persilangan varietas bersari bebas dan bersari bebas, varietas bersari bebas dan galur, atau galur dan galur (Adi Sarwanto dan Widyastuti, 2000). Jagung Hibrida memberikan keunggulan benih hibrida di banding dengan benih bersari bebas yaitu hasil yang lebih tinggi (>7 ton/ha), pertumbuhan lebih seragam dan tahan terhadap organisme pengganggu tanaman.
2.2. Pemasaran Bisnis
Pasar meliputi keseluruhan pembeli potensial yang akan memenuhi kebutuhan dan keinginannya, dimana pembeli tersebut bersedia dan mampu membeli alat-alat pemuas melalui pertukaran (Kotler,1997)
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang di lakukan oleh perusahaan dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkembang dan mendapatkan laba. Berhasil tidaknya dalam mencapai tujuan bisnis tergantung pada tingkat keahlian di bidang pemasaran, produksi, keuangan maupun dibidang lainnya, selain itu tergantung pada kemampuan untuk mengkombinaikan fungsi-fungsi tersebut agar operasional perusahan berjalan dengan lancar.
Hughes dan Kapoor (1985) mengatakan bahwa bisnis adalah suatu kegiatan individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan Brown dan Petrello (1976) menyatakan bahwa bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang di butuhkan oleh masyarakat.
2.3. Analisis Segmentasi Pasar Konsumen.
Dalam menentukan pasar sasaran, perusahaan membuat segmen/kelas-kelas pasar. Sehingga perusahaan dapat menentukan produk, harga, promosi, dan tempat yang sesuai dengan permintaan pasar yang di inginkan.
Menurut Kottler (1997) segmentasi pasar di tentukan dengan dasar :
2.3.1. Segmentasi geografis
Segmentasi geografis merupakan segmentasi yang mengharuskan pembagian pasar menjadi unit geografis seperti Negara, propinsi, wilayah, kota, atau lingkungan. Produsen dapat memutuskan untuk berorientasi dalam satu wilayah atau suatu wilayah geografis atau berorientasi dalam seluruh wilayah tetapi memberi prioritas
Pada variasi lokal dalam kebutuhan dan preferensi geografis.
2.3.2. Segmentasi demografis
Segmentasi demografis pasar di bagi menjadi unit-unit berdasarkan variabel demografi seperti usia, ukuran keluarga, jenis kelamin, penghasilan pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, dan kelompok sosial. Demografi adalah dasar yang sangat populer di gunakan untuk membedakan kelompok pelanggan, karena variable ini mudah untuk di ukur, keinginan dan preferensi serta tingkat pemakaian konsimen sering berhubungan dengan variable demografis.
2.4. Hubungan bauran pemasaran dengan strategi pemasaran
Bauran pemasaran (marketing mix) di definisikan sebagai serangkaian variabel pemasaran terkendali yang di pakai oleh perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang di kehendaki perusahaan dari pasar sasarannya (Kottler, 2000)
Bauran pemasaran meliputi :
Produk
Produ adalah semua yang dapat di tawarkan kepada pasar untuk di perhatikan, di miliki, di gunakan, atau di konsumsi yang dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pemakainya.Pemiliha produk di perlukan informasi terbaru dan keputusan tentang produk mencakup penentuan bentuk penawaran secara fisik, merek, pembungkus, garansi dan lainnya.
Price (Harga)
Harga adalah sejumlah uang yang di bayarkan atas barang dan jasa atau jumlah nilai yang konsumen tukarkan dalam rangka mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan barang dan jasa. Hal yang perlu di pertimbangkan dalam penetapan harga yaitu biaya, keuntungan, saingan dan perubahan keinginan masyarakat
Place (distribusi)
Aktivitas perusahaan untuk menyediakan produk bagi konsumen sasaran secara intensif, selektif, eksklusif, memberi dukungan, serta melakukan kebijakan penafsiran. Dapat di artikan pendistribusian merupakan hal yang penting dalam pemasaran terutama pemasaran di bidang pertanian.
Promotion
Promosi merupakan aktifitas yang mengkomunikasikan keunggulan produksi dan membujuk pelanggan sasaran pemasaran secara mandiri.betapapun bermanfaatnya suatu produk akan tetapi jika tidak di kenal olehn lingkungan maka produk tersebut tidak akan di beli.
BAB III
METODE PENGUMPULAN DATA
3.1 Metode pelaksanaan
Beberapa metode yang di gunakan dalam kegiatan magang kerja ini antara lain adalah:
Latihan kerja di bagian unit kerja pemasaran
pengumpulan data, dilakukan dengan pengamatan dan wawancara
studi pustaka dengan mengambil beberapa data dari buku sebagai bahan pembanding, pelengkap dan alternative pemecahan masalah
diskusi untuk memecahkan masalah yang kurang di pahami,prosedur kegiatan dan data yang tidak terdapat di lapangan
3.2 Waktu pelaksanaan
Kegiatan magang kerja di laksanakan mulai tanggal 23 Pebruari – 10 mei 2009. Pelaksanaan magang dilakukan dengan mengikuti kegiatan promosi dan distribusi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. KONDISI UMUM PERUSAHAAN
Asian Hybrid Seed Technologi Inc. (AHSTI) adalah perusahaan dari Filipina yang pada awalnya melakukan kegiatannya dalam bidang riset dan pengembangan jagung hibrida yang dimulai pada tahun 1989. Perusahaan ini kemudian mengembangkan usahanya pada bidang produksi, pengolahan dan pemasaran benih jagung hibrida dengan fasilitas pengolahan pengolahan terbesar dan termodern di kota Malay Balay Filipina. Adanya permintaan yang makin tinggi dari konsumen, maka dibukalah anak perusahaan di Indonesia yang diberi nama PT. Jagung Hibrida Sulawesi (JHS) yang didirikan pada 15 November 2002 di kota Manado, Sulawesi Utara yang kemudian atas pertimbangan struktur tanah, kemudahan fasilitas yang ada dan menyangkut strategi pemasaran maka PT. JHS kemudian merelokasi perusahaannya ke wilayah Jember Jawa Timur.
4.1.2. Visi dan Misi PT. Jagung Hibrida Sulawesi
PT. Jagung Hibrida Sulawesi dikenal sebagai Produsen benih jagung besar yang mampu mensupply sebagian besar keperluan benih jagung bagi Petani serta mempunyai Visi “Menjadi Perusahaan yang Menyediakan Benih Jagung Hibrida dan Bahan Pertanaman Lainnya yang Bermutu Tinggi dan Menguntungkan”.
Untuk Dapat mencapai hal seperti diatas PT Jagung Hibrida Sulawesi mempunyai misi sebagai berikut:
Mengembangkan varietas jagung hibrida unggul yang berdaya hasil tinggi dan mempunyai daya adaptasi yang luas.
Memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menyediakan produk yang bermutu tinggi dan berdaya saing tinggi
Membantu sumber daya manusia dengan meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja.
Membantu Pemerintah dan Lembaga perorangan dalam program produksi dan pengembangan jagung hibrida.
4.1.3. Kebijakan Mutu PT Jagung Hibrida Sulawesi
PT Jagung Hibrida Sulawesi merupakan perusahaan yang begerak dalam bidang produksi dan pemasaran bahan pertanaman mempunyai komitment untuk memenuhi persyarat pihak-pihak yang berkepentingan dengan sasaran sebagai berikut:
Penyediaan bahan pertanaman yang bermutu tinggi dan ramah lingkungan sesuai dengan perundangan yang berlaku
Memproduksi benih jagung hibrida yang paling terjangkau oleh daya beli Petani dan mempunyai daya adaptasi yang luas.
Menjamin harapan dan kepuasan pelanggan
Melakukan perbaikan berkelanjutan untuk menjamin kesesuaian dengan persyaratan dan kebutuhan pelanggan melalui penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000
Kebijakan mutu ini akan selalu ditinjau untuk menjamin kesesuaiannya melalui rapat tinjauan Management dan harus dipahami oleh seluruh personel dalam organisasi serta sebagai petunjuk dalam penetapan dan peninjauan tujuan mutu.
4.1.4. Letak Lokasi Perusahaan
PT. JHS terletak di Jl. Wolter Monginsidi No 26 Desa Rowo Indah yang berada di Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Jawa Timur. Lokasi perusahaan tersebut merupakan lokasi yang mendukung dalam proses produksi pembenihan jagung hibrida dan lingkup pemasarannya ke seluruh kabupaten di Propinsi Jatim, Jateng, Jabar, Sultra, Sulsel, Sumut, Bandar Lampung dan sebagian di ekspor ke Filipina.
4.1.5. Kondisi Lingkungan dan Proses Pengolahan
Untuk mendukung produksi benih jagung hibrida yang berkualitas dan berdaya saing, PT. JHS memfasilitasi proses produksi dengan melakukan kerjasama dengan petani penangkar untuk memproduksi benih jagung hibrida yang sesuai dengan kebutuhan pasar. PT. JHS mempunyai 52 Ha lahan di daerah Jember untuk memproduksi materi induk yang dikerjakan oleh divisi Parental Seed Increase (PSI) . Sedangkan untuk memproduksi benih yang akan dipasarkan, PT. JHS bekerja sama dengan petani penangkar dalam bentuk kemitraan yang dalam budidayanya petani penangkar mendapatkan pengawasan dari tim pengendali mutu ( Personal Quality Assurance). Luas lahan PT. JHS yang bekerjasama dengan petani penangkar dalam memproduksi benih jagung hibrida untuk pemenuhan target pasar adalah seluas 250 Ha yang letaknya tersebar di berbagai wilayah di Jember,Situbondo,Banyuwangi,Malang.Lumajang dan Bondowoso.
Dalam melakukan proses pengolahan benih , PT. JHS menerapkan teknologi yang mutakhir agar mutu tetap terjaga. Luas lahan pabrik adalah 750 Ha. Pengolahan benih di PT. JHS dimulai dari Receiving (Penerimaan Panen) tongkol kering panen dari lahan untuk kemudian dikeringkan dari 34% hingga menjadi 10 % kering yang memakan waktu + 8 hari, proses selanjutnya adalah Shelling (Pemipilan) dengan membedakan antara janggel dengan biji. Kemudian proses grading yaitu membersihkan benih dari kotoran. Dalam proses grading terdapat uji benih meliputi uji kadar air, uji germinasi dan uji Physical Purety (kemurnian). Proses selanjutnya adalah pencampuran bahan kimia (threating ) yang bertujuan untuk mencegah benih terserang hama dan penyakit. Proses yang terakhir adalah pengemasan (packaging). Dalam setiap proses terdapat mandor dan pekerja harian yang diawasi oleh tim personal Quality Assurance (PQA). Jumlah tenaga kerja di PT. JHS adalah 200 orang staff, 50 orang tenaga harian dan 400 orang tenaga borongan.
4. 2. PENGENALAN PRODUK
Sesuai dengan tuntutan pasar benih jagung hibrida, PT. JHS melepaskan beberapa varietas jagung hibrida yang sesuai dengan permintaan pasar di Indonesia. Varietas-varietas tersebut adalah jaya 1 dengan merek dagang Jaya, kemudian varietas jaya 2 dengan merek dagang Nusantara 1 dan varietas jaya 3 dengan merek dagang Prima 1. Pada April 2009 PT. JHS melepas Varietas baru yaitu Asia 3. Untuk Varietas jaya 1, jaya 2 dan jaya 3 di lepas ke pasar jagung hibrida pada tahun 2002 sesuai dengan ketetapan menteri pertanian. Varietas jaya 1 (Jaya) dan jaya 3 (Prima 1) adalah jagung hibrida silang tiga (three ways cross) sedang Varietas jaya 2 (Nusantara 1) adalah jagung hibrida silang tunggal (single cross). Produk unggulan dari PT. JHS adalah Nusantara 1. Awalnya produk Nusantara 1 merupakan hasil kerjasama antara PT. JHS dengan PT. PUSRI. Keunggulan dari Nusantara 1 adalah antara lain tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) kelobot menutup tongkol sangat baik,tanaman seragam dan toleran terhadap kekeringan dan lahan marjinal/kurang subur. Serta saat panen kondisi tanaman tetap hijau. Nusantara 1 mempunyai potensi hasil 11-12,8 ton/Ha dengan rendemen sekitar 62 %. Jumlah biji pertongkol 14-18 baris dengan bentuk biji semi mutiara (kuning oranye)
Tabel 1. Perbandingan produk PT. JHS dengan kompetitor
4.3. PERBANDINGAN HARGA
Pasar benih jagung hibrida merupakan pasar monopolistik yaitu dimana terdapat produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pada pasar monopolistik tidak terbatas namun setiap produk yang di hasilkan pasti memiliki karakteristik yang membedakan dengan produk lain. Pada pasar benih jagung hibrida di indonesia terdapat beberapa produsen antara lain PT. BISI, PT. Syngenta, PT. Dupont, PT. JHS, PT. Sang Hyang Seri dan lain sebagainya. Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik dapat di lihat melalui mutu produk, merek dagang, kemasan , harga yang di tawarkan dan atribut produk yang lainya.
Pada pasar benih jagung hibrida, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga (Price maker). Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang di hasilkan. Namun pengaruh harga tidak terlalu besar. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu produk, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain dan lebih tetap memilih merek yang telah di percayainya walaupun produsen menaikan harga. Pada kasus ini dapat di ambil contoh, misalnya petani yang fanatik terhadap produk pioneer akan tetap memakai produk tersebut walaupun harga yang dipatok pioneer lebih tinggi daripada harga dari produk lain. Bahkan petani bisa mengeluarkan biaya yang lebih daripada harga biasa jika produk yang di inginkan sulit untuk di dapatkan pada saat musim tanam. Pada pasar benih jagung hibrida, Produsen memberikan harga pembelian untuk tiap kios/toko yang membeli produk mereka untuk kemudian menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk di jual kepada konsumen. Terdapat selisih antara harga pengambilan dengan harga eceran tertinggi (HET). Hal ini di maksudkan untuk dapat memberikan keuntungan/laba kepada kios/toko penyalur. Harga benih jagung hibrida untuk setiap produsen dan varietas berbeda-beda.
Tabel 2. Daftar harga benih jagung hibrida
Sebagai price maker, Produsen benih jagung hibrida dapat menetapkan harga yang di anggap sesuai dengan kondisi pasar. Harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan secara langsung , melainkan citra yang baik perusahaan di mata masyarakat adalah bagian terpenting untuk dapat meraih konsumen
Dalam pembayaran untuk produk yang terjual, PT. JHS menetapkan kebijakan dalam penentuan harga ke dealer atau toko maupun kepada konsumen.
HET : yaitu harga eceran tertinggi, HET merupakan harga jual dari dealer atau kios/toko kepada konsumen.
Invoice price : yaitu harga jual dari PT. JHS kepada distributor. Invoice price lebih rendah dari HET
Net price : adalah harga yang di dapat oleh distributor setelah di kurangi diskon. Diskon di berikan PT. JHS kepada distributor berdasarkan waktu pembayaran (sesuai dengan perjanjian)
Special price : adalah harga spesial yang di berikan oleh PT. JHS di karenakan jumlah penjualan. Special price biasanya di berikan pada Government Program.
4.4. POLA DISTRIBUSI PT. JHS
Dalam upaya memasarkan produknya, PT. JHS menggunakan dua alur distribusi. Yaitu melalui open market (pasar terbuka) dan distribusi melalui government program (program pemerintah). Dua pola distribusi ini merupakan kebijakan PT. JHS untuk dapat bersaing dalam penguasaan pasar benih jagung hibrida
4.4.1. Open market
Pola distribusi open market yaitu pola distribusi yang melakukan penjualan produk ke dealer dan kios/toko untuk kemudian dealer dan kios/toko menjual kembali produk kepada konsumen akhir. Kegiatan open market meliputi kunjungan niaga (mengunjungi deler dan kios/toko), promosi produk baik kepada kios/toko maupun kepada konsumen, pengiriman barang, penagihan dan pengambilan barang return jika produk mengalami mati label
4.4.2. Government Program
Government Program adalah bentuk kerjasama yang dilakuakan oleh PT. JHS dengan instansi pemerintahan yang menangani masalah pembenihan. Untuk dapat menyediakan benih jagung hibrida sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani. Contoh kerjasama PT. JHS dengan pemerintah melalui program pemerintah misal: Cadangan Benih Nasional (CBN), Program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dan Sekolah Lapangan Pengolahan Tanam Terpadu (SL-PTT).
Kios Purchase oreder delivery order delivery receipt sales invoice
(marketing coordinator) (marketing office) (warehouseman) (accounting)
Gambar 1. Sistem adninistrasi pemasaran PT. JHS
4.5. STRATEGI PROMOSI DAN PENJUALAN
Promosi merupakan kegiatan perusahaan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. PT. JHS dalam pemasaran produk untuk dapat bersaing di pasar benih jagung hibrida melakukan berbagai macam usaha untuk dapat memberikan citra yang baik kepada konsumen. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan memberikan produk yang sesuai dengan harapan komsumen, pelayanan yang baik dan mengembangkan jaringan kerjasama yang luas untuk mendapatkan kepuasan konsumen. Komponen PT. JHS untuk dapat berjualan di tengah persaingan pasar benuh jagung hibrida dapat di lihat pada gambar 1
Nilai/Harga : Produk + Pelayanan + Kerjasama
PT. JHS Benih Masuk & Keluar Jaringan kerja
Bentuk - Benih
- Teknologi
Gambar 2. Skema Strategi penjualan PT. JHS di tengah persaingan pasar benih
Tedapat berbagai macam sarana promosi untuk dapat menanamkan citra yang baik di mata konsumen. Beberapa kegiatan dalam promosi antara lain :
4.5.1. Pemberian Sarana promosi
Promosi dilakukan dengan cara memasang poster, spanduk dan umbul-umbul. Kegiatan ini yaitu dengan memberikan Quisioneer dan mencari data analisa usaha tani sebagai pembanding. Pemberian sarana promosi juga dapat berupa pemberian brosur, contoh tongkol, sample produk dan hadiah. Kegiatan ini bertujuan agar konsumen selalu ingat tentang produk dari PT. JHS.
4.5.2. Farmers Visit (Kujungan Petani)
Farmers Visit adalah kunjungan petani ke pabrik pengolahan jagung hibrida PT. JHS Kegiatan dilakukan secara periodik dan terjadwal. Terdapat perencanaan sebelum berkunjung meliputi pemilihan kelompok tani yang akan berkunjung, materi yang akan disampaikan dan pemberian souvenir perusahaan. Kegiatan Farmers Visit bertujuan untuk membina hubungan secara personal dan memberikan penawaran produk PT. JHS. Farmers Visit juga bertujuan untuk memperlihatkan proses pengolahan benih jagung hibrida dengan proses pengolahan yang menjaga mutu dan kualitasnya. Sehingga dengan melihat proses pengolahan benih secara langsung, diharapkan dapat membentuk kepercayaan kelompok tani tentang kualitas benih jagung hibrida yang dihasilkan oleh PT. JHS.
4.5.3. Pemberian Sample dan Demo Plot
Pemberian sample berupa 0.5 kg benih sebagai benih contoh kepada petani potensial. Pemberian sample bertujuan sebagai bahan uji coba petani terhadap produk PT. JHS, membantu membina hubungan baik antara PT. JHS dengan costumer & memperlihatkan tampilan produk PT. JHS kepada petani. Demoplot yaitu pemberian benih 5-15 Kg kepada petani sebagai bahan promosi untuk musim berikutnya (Follow up kegiatan). Dengan demoplot dimaksudkan agar terjadi kesinambungan produk untuk musim selanjutnya. Sehingga petani diharapkan tetap memakai produk dari PT. JHS Persyaratan pemberian demplot adalah: tempat yang strategis, petani maju (kooperatif dan berpengaruh) dan dapat dipantau perkembangannya.
4.5.4. Farmers Meeting (Penyuluhan)
Farmers meeting merupakan kegiatan penyuluhan kepada kelompok tani yang terdiri dari 25-40 petani yang dilakukan secara rutin dan meningkat menjelang musim tanam tiba. Penyuluhan dimaksudkan untuk memperkenalkan produk & profil perusahaan, penanganan masalah pertanian dan setting terhadap demoplot atau sample dan pembinaan kepada kelompok tani untuk tetap menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan kelompok tani. Kegiatan penyuluhan juga meliputi group selling skill yaitu pemberian informasi yang berguna kepada kelompok tani tentang budidaya jagung hibrida.
4.5.5. Farmers Field Day (FFD)
Farmers Field Day adalah pertemuan dalam skala besar (Luasan 1-2 Ha dengan 300-1000 orang petani ). Farmers Field Day bersifat ceremony dan publikasi di daerah potensial melalui kegiatan ubinan dengan menggandeng pihak pemerintah tingkat II /Tk.I. Tujuan Farmers Field Day ini adalah untuk membuktikan keunggulan produk PT. JHS melalui panen ubinan, memberikan bukti potensi hasil dan rendemen yang tinggi & untuk menjaga hubungan baik dengan pihak pemerintah dan media cetak.
Berbagai kegiatan promosi tersebut bertujuan untuk mendapatkan hasil yang ingin di capai yaitu berupa:
Meningkatkan sales volume
Meningkatkan kepercayaan petani petani terhadap produk dan perusahaan sehingga terjalin hubungan baik
Adanya retention orders (pembelian berkelanjutan) di musim tanam berikutnya
Meningkatkan pengetahuan petani dan petugas dalam hal agronomis
Peningkatan Brand Product di mata konsumen
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran Edisi Kesebelas. Jakarta :
PT Indeks Kelompok Gramedia.
Kotler, Philip & Gary Amstrong. 2004. Dasar Pemasaran Jilid I. Jakarta :
PT Indeks Kelompok Gramedia.
Kotler, Philip. 1987. Dasar-dasar Pemasaran Edisi Ketiga. Jakarta : CV
Intermedia
Basu, Swastha. 2000. Manajemen Pemasaran Modern Edisi kedelapan. Liberty.
Yogyakarta
Hughes, Robert J. Jack and R Kapoor . 1985. Business. Bandung: CV Alfabeta
Thomson, Arthur A and A. J Stricklanjill. 1987. Strategic Manajement Concept
And Cases. Jakarta : Palnotek Business Publication
Steinhoff, Dan. 1987. The Worl Business. Bandung : CV Alfabeta
titip salam kepada mahasiswa/i poltek agrin SHS ti nomor handphone +6285287299899
BalasHapus